Ada Sabet Kaki Bayi dengan IkanAgar Bisa Berjalan

Tradisi Sabet Kaki Dengan ikan Gabus Jawa dan tradisinya adalah dua hal yang tidak akan pernah saling terpisah. Meskipun saat ini, perkembangan globalisasi terjadi sangat pesat. Beberapa kebudayaan dan tradisi di tanah Jawa masih ada. Salah satunya adalah tradisi sbet kaki dengan ikan gabus. Ikan gabus atau Channa Sriata atau dalam bahasa kami lebih terkenal dengan sebutan ikan kuthuk adalah ikan yang memiliki cukup banyak kaitan dengan mitos dan mistis. Beberapa di antaranya adalah ketika mimpi bertemu dengan ikan kuthuk bertanda besoknya akan mendapatkan balak. Ikan ini pun cukup sering digunakan dalam hidangan sejenis nyadran atau sedekah bumi, selamatan, dll. Termasuk juga salah satunya adalah dalam tradisi sabet kaki. Tradisi sabet kaki adalah tradisi yang biasa dilakukan untuk balita yang berusia satu tahun atau istilahnya pendak. Namun, belum bisa untuk berjalan. Tradisi ini sangat unik, karena ketika dikaitkan dengan apapun terlihat tidak ada guna faedahnya. Tapi, jangan buru-buru menafsirkan hal yang tidak-tidak. Mari kita coba uraikan Bersama nanti. Tradisi ini, dilakukan saat hari Jumat Legi atau Jumat Wage. Nah secara kebetulan keponakan saya lahir di hari Jumat Legi, jadi ya menggunakan hari itu. Waktunya adalah saat adzan Dhuhur. Tempatnya adalah di pelataran rumah atau tepat berada di jalan masuk ke rumah. Biasanya dilakuan di bawah terik matahari. Bagaimana caranya? Kalau di daerah kami, tidak ada cara-cara khusus seperti yang harus kaki kanan dulu dan frekuensi berapa kalinya juga tidak ada. Entah saya yang tidak mengerti atau memang tidak ada. Yang jelas, kami melakukan penyabetan di bagian betis kanan dulu lalu betis kiri bergantian sebanyak tujuh kali. Kalau masih belum bisa berjalan di bulan berikutnya maka akan disabet dengan ikan gabus lagi. Sampai si anak bisa berjalan. Nah, jika melihat waktu, tempat, dan bagaimana caranya pasti tidak akan mungkin si anak bisa berjalan. Nah beda lagi kalau ikan gabusnya itu dimasak dan dimakan oleh si bayi ini. Akan jauh lebih masuk akal bukan? Seperti yang kita tahu, ikan gabus memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan tubuh. Apalagi untuk bayi yang masih dalam tahap perkembangan. Beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari ikan gabus jika dimasak dan dimakan bayi antara lain: 1. Meningkatkan kadar albumin di dalam tubuh 2. Mempercepat proses penyembuhan luka 3. Membantu penyembuhan bekas operasi 4. Membangun masa otot 5. Meredakan pembengkakan pada tubuh 6. Meningkatkan system imunitas 7. Menyeimbangkan cairan di dalam tubuh 8. Membantu pertumbugan gigi dan tulang, dll Jadi, dari sini dapat kita simpulkan, bahwa tradisi yang ada di Jawa tentang sabet ikan gabus di kaki bayi, akan jauh lebih bermakna jika ikan gabusnya itu dimakan atau dikonsumsi. Memandang tradisi memang agaknya sulit untuk diterima akal. Namun, nenek moyang kita sebenarnya membuat sebuah tradisi juga tidak hanya asal membuat, pasti mereka memiliki tujuan lain dalam membuat tradisi itu. Terima kasih. Jika ada kesalahan dalam penulisan, Saya mohon maaf. Hanya sekadar Opini Widi

Komentar